Abstract

ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pendapat politisi terhadap jurnalis perempuan melalui pemahaman, pemaknaan dan pengalaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, didasarkan pada teori fenomenologi persepsi, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian membuktikan bahwa jurnalis perempuan adalah pekerjaan yang layak dilakukan oleh perempuan dengan segala tugas dan kewajiban yang sama seperti jurnalis laki-laki. Para politisi juga memaknai bahwa segala kekerasan terhadap jurnalis perempuan, merupakan perilaku yang harus diberi sanksi bagi para pelaku. Karena bagaimanapun politisi dan jurnalis memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Jurnalis perempuan memiliki kompetensi yang baik, dilihat dari bagaimana para jurnalis mampu melakukan pekerjaan secara professional. Bahkan, jurnalis perempuan lebih disenangi, karena dianggap lebih kompeten dari jurnalis laki-laki, karena jurnalis perempuan mampu menjaga emosi, lebih peka dengan keadaan, dan mampu menarik perhatian narasumber.


 


ABSTRACT


This study aims to determine the opinion of politicians on women journalists through understanding, meaning and experience. This type of research is qualitative research, based on the phenomenological theory of perception, using qualitative descriptive methods and the constructivism paradigm. The results of the study prove that female journalists are a decent job for women with all the same duties and obligations as male journalists. Politicians also interpret all violence against female journalists as behavior that must be sanctioned by the perpetrators. Because after all, politicians and journalists have a symbiotic mutualism relationship. Female journalists have good competence, seen from how journalists are able to do work professionally. In fact, female journalists are preferred, because they are considered more competent than male journalists, because female journalists are able to maintain emotions, are more sensitive to circumstances, and are able to attract the attention of sources.