Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi unsur-unsur jurnalisme profetik, meliputi humanisasi, liberasi, dan transendensi oleh wartawan alumni Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dalam peliputan berita politik identitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil penelitian diuraikan menjadi tiga bagian, yaitu implementasi unsur humanisasi, implementasi unsur liberasi, dan implementasi unsur transendensi. Humanisasi diimplementasikan dengan memerhatikan dan mengedepankan unsur kepentingan publik agar berita mengenai politik identitas yang ditulis tidak memecah belah atau menimbulkan konflik di masyarakat. Liberasi diimplementasikan dan dipahami sebagai kebebasan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya berkaitan dengan politik identitas. Transendensi diimplementasikan dengan meniatkan pekerjaan sebagai ibadah dan semata-mata untuk mendapat rahmat Allah.


This research aims to find out the implementation of elements of prophetic journalism, including humanization, liberation, and transendence by journalists alumni of Journalistic Communication Science State Islamic University of Sunan Gunung Djati Bandung in the coverage of identity politics news. The research uses a qualitative approach and the phenomenological method. The results of the research are described into three parts, namely the implementation of humanization elements, the implementation of liberation elements, and the implementation of transendence elements. Humanization is implemented by observing and prioritizing elements of the public interest so that news about identity politics written doesn’t divide or cause conflict in society. Liberation is implemented and understood as the freedom to get as much information as possible, related to identity politics. Transendence is implemented by making work as worship and solely for God’s mercy.