Abstract

Body image merupakan salah satu konten yang kerap muncul pada media dan membuat standar tubuh ideal perempuan pada masyarakat. Ketika seseorang tidak dapat memenuhi standar kecantikan tersebut, dapat memicu terjadinya body dissatisfaction atau ketidakpuasan terhadap tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konten body image (X) terhadap body dissatisfaction remaja perempuan (Y). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, senada dengan paradigma yang digunakan yaitu positivistik, survey dengan partisipasi dari 100 responden remaja perempuan yang menonton tayangan Indonesia’s Next Top Model Net TV, dan menggunakan teori SOR. Penelitian membuktikan bahwa body image berpengaruh sebesar 20,2% terhadap body dissatisfaction penonton remaja perempuan. Durasi responden menonton tayangan body image berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction, sementara frekuensi dan atensi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap body dissatisfaction.


Body image is one of the content that often appears in the media and sets the ideal body standard for women in society, When a person cannot meet these beauty standards, it can lead to body dissatisfaction. This study aims to determine the relationship between body image content (X) and female adolescent body dissatisfaction (Y). The technique used in this research is correlational quantitative, in line with positivistic paradigm, survey with the participation of 100 female teenage respondents who watch Indonesia's Next Top Model Net TV program, and use the theory of SOR. Research proves that body image has an effect of 20.2% on the body dissatisfaction of female adolescent audiences. The duration of the respondents watching body image shows a significant effect on body dissatisfaction, while the frequency and attention do not significantly influence body dissatisfaction.