Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal kemampuan interaksi sosial anak autis, proses pelaksanaan dan hasil dari bimbingan dengan metode terapi Applied Behavior Analysis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: kondisi awal kemampuan interaksi sosial anak autis masih belum memiliki kontak mata yang fokus dan bahasa verbal yang bagus. Proses pelaksanaan bimbingan kepada anak autis usia SDLB dilakukan oleh terapis; Bimbingan kepada anak autis usia kelas vokasional oleh konselor;Bbimbingan oleh semua pegawai SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati selama 24 jam penuh. Hasil bimbingan menunjukkan bahwa anak autis mampu memiliki kontak mata yang fokus dan bahasa verbal yang bagus.


This study aims to describe the initial conditions of social interaction skills of children with autism, the implementation process, and the results of guidance using the Applied Behavior Analysis method. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that: the initial condition of the social interaction ability of children with autism still did not have focused eye contact and acceptable verbal language. Therapists carry out implementing guidance for children with autism at SDLB age; Guidance for children with autism in a vocational class by counselors; Guidance by all employees of SLB Autism Bunda Bening Selakshahati for 24 hours straight. The guidance results show that children with autism can have focused on eye contact and acceptable verbal language.