Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode spiritual, praktek spiritual dan implementasi spiritual dalam upaya pembentukan jati diri pada peserta Majelis Dzikir Rijalullah di Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang berupaya mendeskripsikan prilaku subyek dan peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Dzikir Rijalullah Majalengka menerapkan Sembilan teori spiritual dari Imam Al-Ghazali yakni, taubah, sabar, zuhud, tawakal, wara’, kefakiran, mahabbah, ma’rifat, dan ridha. Kesembilan metode ini dipraktekkan dengan cara meditasi duduk, meditasi gerak, meditasi kontrol tubuh, dzikir meditasi dan dzikir rijalullah. Implementasi metode dan praktek dzikir dipandang mampu membersihkan hati dan pikiran yang memicu pada terbangunnya kesadaran (neosis) sampai kepada firasat dan intuisi (terbuka hijab) hingga pada pembentukan jati diri. Proses pembentukan jati diri berlangsung dalam tiga fase kepribadian, yakni Fase Alam Samar, Fase Alam Sadar dan Fase Alam Fitrah.


This study aims to analyze the application of spiritual methods, spiritual practice, and spiritual implementation to form an identity in the participants of the Rijalullah Council of Dhikr in Majalengka Regency. This research uses a qualitative approach that seeks to describe the behavior of subjects and events. The results showed that the Rijalullah Majalengka Council applies nine spiritual theories from Imam Al-Ghazali: taubah, patience, zuhud, tawakal, wara ', devotion, mahabbah, ma'rifat, and pleasure. The nine methods are practiced using sitting meditation, movement meditation, body control meditation, meditation dzikir, and rijalullah dzikir. The implementation of the dzikir method and practice is seen as being able to cleanse the heart and mind, which triggers the awakening of consciousness (neosis) to premonitions and intuition (free hijab) of identity. Forming the identity takes place in three personality phases: the Faint Nature Phase, the Conscious Nature Phase, and the Natural Fitrah Phase.