Abstract

This research aims to determine the messages of da'wah on the impressions of Halal Living on NET Tv. The method used in this study is a qualitative method of research, using the semiotic approach of Roland Barthes, which is recontracted Meaning in a sign becomes the meaning of dentations, connotations and myths. The focus of the problem that will be examined in this thesis is how dentate means, the meaning of connotations and the meaning of myth in the content of the message displayed on the program of Halal Living on the Net.  The results show that the entire episode that has been selected by the researcher has a Da'wah message classified into 3 categories: Aqidah message: That is to feel grateful, the second is to slip the sentence Tauhid (Subhanallah) and Feel the simple happiness of Sharia message: conduct learning activities for children, both places of worship that is unique mosque that is in Makasar and Muslim clothes of present day. The message of chastity speaks the word excuse and is tawadhu (not feeling arrogant).


 


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan-pesan dakwah pada tayangan Halal Living di NET Tv. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang merekontruksikan makna dalam sebuah tanda menjadi makna denotasi, konotasi dan mitos. Fokus masalah yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana makna Denotasi, makna Konotasi dan makna Mitos dalam isi pesan yang ditampilkan pada tayangan program Halal Living di Net.  Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan episode yang telah dipilih peneliti memiliki pesan dakwah yang diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu: Pesan Aqidah : yaitu merasa Bersyukur, yang kedua yaitu menyelipkan kalimat tauhid (Subhanallah), dan merasa kebahagiaan yang sederhana Pesan Syari’ah : Mengadakan kegiatan belajar mengaji untuk anak-anak, kedua tempat beribadah yaitu keunikan masjid yang berada di Makasar dan pakaian muslim masa kini. Pesan Akhlak  mengucapkan kata permisi  dan bersikap tawadhu (tidak merasa sombong).