Abstract

Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates that the KUA Ujung Berung District has not been able to maximize and optimize the distribution of prosperous pre-marital coaching in accordance with its mission. Thus, is the pre-guidance activity really implemented or just ceremonial and mere formality? This study aims to determine the pre-marital guidance program, the premarital counseling process, the results achieved in the pre-marital counseling process and to find out the inhibiting factors and drivers that are carried out in the Office of Religious Affairs in Ujung Berung District, Bandung. The method used in this study is descriptive method with the reason to see the guidance process conducted at the Office of Religious Affairs in Ujung Berung District, Bandung, will be more profound if using a qualitative approach. The results achieved by the KUA Ujung Berung District of Bandung City in the implementation of the premarital guidance program in 2013 for pre-marital participants who attended pre-marital guidance were 507 pre-marital participants, who managed to attend only 146 pre-marital participants who attended pre-marital counseling (28 , 8%) and those who did not take pre-marital guidance 361 (82.2%). Whereas in 2014 pre-marital participants who attended pre-marital guidance, namely 671 pre-marriages, who managed to take part in the guidance only 279 pre-marital participants who attended premarital guidance amounted to (41.6%) and who did not take pre-marital guidance 361 (59 , 4%). Based on the results achieved by the Office of Religious Affairs at the Marriage Advisory, Development and Preservation Agency (BP4) in Ujung Berung District, Bandung, with the Marriage guidance program for bride candidates who will carry out the marriage contract, it can be concluded that the pre-marriage guidance process has not been maximal and optimal in the implementation of guidance activities.


 


 


Bimbingan Pra Nikah hadir karena kebutuhan, dengan makin banyaknya kasus perceraian yang terjadi di masyarakat Kecamatan Ujung Berung, maka menandakan juga bahwa KUA Kecamatan Ujung Berung belum mampu memaksimalkan dan mengoptimalkan dalam menyalurkan pembinaan pra nikah yang sejahtera sesuai dengan misinya. Dengan demikian apakan kegiatan bimbingan  pra tersebut benar-benar dilaksanakan atau hanya seremonial dan formalitas semata saja?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program bimbingan pra nikah, proses bimbingan pra nikah, hasil yang dicapai dalam proses bimbingan pra nikah serta untuk mengetahui faktor penghambat dan pendorongnya yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ujung Berung Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan alasan  untuk melihat proses bimbingan di yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ujung Berung Bandung akan lebih mendalam jika menggunakan pendekata kualitatif. Hasil yang dicapai oleh KUA Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung dalam pelaksanaan program bimbingan pra nikah pada tahun 2013 perserta pra nikah yang mengikuti bimbingan pra nikah yaitu 507 peserta pra nikah, yang behasil mengikuti bimbingan hanya 146  peserta pra nikah yang mengikuti bimbingan pra nikah sebesar (28,8%) dan yang tidak mengikuti bimbingan pra nikah  361 (82,2%). Sedangkan pada tahun 2014 perserta pra nikah yang mengikuti bimbingan pra nikah yaitu sejumlah 671 peserta pra nikah, yang behasil mengikuti bimbingan hanya 279  peserta pra nikah yang mengikuti bimbingan pra nikah sebesar (41,6% ) dan yang tidak mengikuti bimbingan pra nikah  361 (59,4%). Berdasarkan hasil yang dicapai oleh Kantor Urusan Agama di Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung  dengan adanya program bimbingan Pernikahan bagi calon mempelai yang akan melaksankan akad pernikahan dapat disimpulkan bahwa dalam proses bimbingan pra nikah ini menunjukan belum maksimal dan optimal dalam kegiatan pelaksanaan bimbingannya.