Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pesan terkait gender pada khutbah nikah di Kecamatan Baleendah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif denganmetode analisis wacana dari A. Van Dijk (1998) yaitu dengan  menentukan tematik, skematik, dan semantik yang berhubungan dengan gender dan dianggap mampu menjabarkan makna gender pada khutbah nikah di kecamatan Baleendah. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua khutbah nikah mengandung bias gender yang memposisikan laki-laki lebih unggul dari perempuan. Dari 15 pesan khutbah nikah yang diteliti di Kecamatan Baleendah terdapat 12 kategori tema syariah, 9 kategori tema akidah dan akhlak, dan 8 kategori tema gender yang diklasifikasikan menjadi Akidah sebagai fondasi dalam penanaman rumah tangga, Syariah sebagai pedoman interaksi sosial dan Akhlak sebagai tema sentral dalam khutbah nikah.


Kata Kunci : Gender; Khitobah; Nikah; Pesan Dakwah.


The aim of this research is to determine the meaning of gender message in marriage khotbah in Baleendah. This research was conducted with a qualitative approach with a discourse analysis method from A. Van Dijk (1998) which determining thematic, schematic, and semantic related to gender and it is considered capable of describing the meaning of gender on marriage khotbah in Baleendah. The results of this research prove that not all marriage khotbah contain gender biases that position men superior to women. From 15 marriage khotbah messages which researched in Baleendah, there were 12 categories of sharia, 9 categories of faith and moral, and 8 categories of gender which are classified into Aqeedah as a foundation in planting households, Sharia as a guide for social interaction and Morals as a central theme in marriage khotbah.


Keywords: Gender; Khotbah; Marriage; Da'wah Massage.