Abstract

Masjid adalah pusat kegiatan kaum muslimin. Berbagai permasalahan seperti politik, ekonomi, sosial masyarakat, dan peradilan dibahas dan diselesaikan bersama-sama di masjid. Karena fungsi masjid sejatinya adalah untuk menyatukan, melayani, dan mensejahterakan umat. Salah satu yang harus diperhatikan oleh masjid adalah sosial masyarakat, yang membahas mengenai kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Maka masjid sudah seharusnya memiliki sistem yang bergerak di bidang itu, agar fungsi masjid bisa terealisasikan. Penelitian ini membahas sistem pelayanan kesehatan yang ada di Poliklinik Masjid Al-Falah Surabaya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pelayanan kesehatan yang ada di Poliklinik Masjid Al-Falah Surabaya serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Poliklinik Masjid Al-Falah Surabaya kepada masyarakat dan jama’ah secara keseluruhan sudah baik. Faktor-faktor yang mendukung yaitu adanya dokter-dokter spesialis, peralatan medis yang cukup lengkap, serta tersedianya obat-obatan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah ruang antrian yang kurang luas.


A mosque is the hub of Muslim activities. Problems such as politics, economics, social communities, and justice were discussed and settled together in the mosque. For the purpose of mosques is for the unification, service, and welfare of the masses. One of the concerns of mosques is the social community, which talks about the welfare and public health. Then mosques should have a system of movement in that area, for the function of mosques to be realized. The study discussed the health care system found in polyiclinic of the Al-Falah Surabaya Mosque. The goal of this study is to find out how the health-care system in the polyiclinic of the al-falah mosque there is surabaya and its supporting factors and constrainting. The study employs descriptive qualitative methods. From the study, it was concluded that the health care system given by the polyiclinic of the Al-Falah Mosque Surabaya to the community and the jama 'ah overall was good. Supportive factors include doctors, adequate medical equipment, and medical supplies. The retard factor was a small queues