Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, pemaknaan serta pengalaman wartawan Ayobandung.com dalam melakukan reportase kasus korupsi. Penelitian menggunakan metode studi fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif. Diperoleh hasil penelitian bahwa wartawan Ayobandung.com memiliki pemahaman yang sama bahwa reportase kasus korupsi tidak jauh berbeda dengan reportase pada umumnya. Wartawan Ayobandung.com memaknai bahwa informasi kasus korupsi lebih sulit didapatkan apabila kasusnya belum sampai pada tahap vonis pengadilan, sehingga mereka harus melakukan inisiatif untuk memenuhi kebutuhan informasi yang akan dijadikan sebuah berita. Terakhir, wartawan Ayobandung.com belum pernah melakukan teknik investigasi dalam reportase kasus korupsi.


This research aims to know the understanding, meaning and experience of the Ayobandung.com’s journalist in reporting corruption cases. Method of research is Alfred Schutz’s phenomenology study and qualitative approach. The result obtained of the research is Ayobandung.com’s journalist had the same understanding that reporting on corruption cases as same as reporting in general. Ayobandung.com’s journalist interpreted that information on corruption cases was more difficult to obtain if the case had not yet reached the court verdict stage, so they had to take the initiative to fulfill the information needs that would be made into news. For the last, Ayobandung.com journalist have never conducted investigative techniques in the process of extracting information on corruption cases.