Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pemberitaan yang disiarkan menggunakan Bahasa Sunda yang meliputi perencanaan, proses peliputan, proses penulisan naksah, dan proses penyiaran berita Sunda. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan memperoleh data melalui observasi, wawancara, dokumen, jurnal dan pustaka. Dengan menggunakan teori Manajemen Pers, yang merupakan hasil perkembangan dari konsep POAC yang digagas George R. Terry, fakta-fakta lalu dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses perencanaan berita Sunda RRI Bandung dilakukan dengan menggunakan agenda setting pada program mingguan dan harian. Pada tahap peliputan, wartawan membuat tim liputan atau liputan perorangan dan langsung mencari data berdasarkan isu yang telah ditentukan pada saat rapat agenda setting atau rapat proyeksi. Selanjutnya dalam proses penulisannya, para wartawan menulis berita masing-masing dalam bahasa Indonesia, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. Terakhir, proses penyiaran berita, dilakukan secara ekslusif dengan melibatkan seorang penyiar asal Sunda pituin yang sudah direkam terlebih dahulu.


This research aims to describe how the news process that is broadcast using Sundanese language which includes planning, coverageprocess, naksah writing process, and Sundanese news broadcasting process. This study uses descriptive study methods by obtaining data through observations, interviews, documents, journals and libraries. Using press management theory, which is the result of the development of the POAC concept initiated by George R. Terry, the facts were analyzed. The results of this study showed that the planning process of Sunda RRI Bandung news was conducted using the setting agenda in weekly and daily programs. At the coveragestage, journalists create a team of individual coverage or coverage and directly search for data based on the issue that has been determined at the time of the setting agenda meeting or projection meeting. Furthermore, in the process of writing, journalists write their own news in Indonesian, then translated into Sundanese. Lastly, the process of broadcasting news, conducted exclusively by involving a broadcaster from Sundanese pituin that has been recorded.