Abstract

Dalam pemahaman teoritis, media berperan menjadi elemen penyeimbang, sebagai alat transformasi realitas sosial kepada khalayak publik. Namun dalam realitanya, media mempunyai kemampuan untuk melakukan agenda setting. Kemampuan media untuk menyeleksi isu dan sudut pandang yang akan diberitakan kepada khalayak. Namun, dalam proses agenda setting, hal yang tidak boleh dilupakan adalah kerangka ideologis yang harus dimiliki media di dalam proses pemberitaannya yang akan berdampak pada kredibilitas berita yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui seberapa besar pengaruh agenda media dalam pemberitaan Lumpur Lapindo di tvOne (X) terhadap kredibilitas berita yang di kalangan mahasiswa (Y). Teknik yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode survei dan partisipasi dari 37 responden mahasiswa jurnalistik angkatan 2018 yang mengikuti serta paham tentang Lumpur Lapindo, dengan menggunakan teori Agenda Setting. Penelitian membuktikan bahwa agenda media yang meliputi aspek durasi, frekuensi dan konflik atau penyajian dalam pemberitaan Lumpur Lapindo di tvOne berpengaruh terhadap kredibilitas berita sebesar 16.1%.


In theoretical understanding, media plays role as a balancing element, as a means of transforming social reality to public. But in reality, media has the ability to do agenda setting. The ability to select issues and points of view that will be reported to public. In agenda setting process, what should’nt be forgotten is the ideological framework that the media must have in reporting process which will have an impact on the news credibility. This study aims to determine influence media agenda in reporting on the Lapindo Mudflow on TVOne (X) had on the news credibility among students (Y). The technique used is quantitative with a survey method, and the participation of 37 journalistic student from the 2018 who understand the issue, with use the Agenda Setting theory. Research proves that media agenda includes aspects of duration, frequency and news presentation has affects the news credibility by 16.1%.