Abstract

Penelitian ini menjelaskan bagaimana pemaknaan penyesuaian diri wartawan kontributor terhadap kebijakan ruang redaksi terpadu di MNC Group. Pengalaman wartawan kontributor sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan integrasi, dan untuk mengetahui pemaknaan wartawan MNC Group terhadap profesionalisme wartawan setelah diterapkannya redaksi terpadu. Bagaimana pengalaman penyesuaian diri yang dilakukan wartawan setelah diberlakukannya kebijakan redaksi terpadu. Bagaimana pemaknaan wartawan terhadap profesionalisme wartawan setelah diberlakukannya redaksi terpadu. Bagaimana pengalaman wartawan ketika di lapangan dalam pola kerja di ruang redaksi terpadu. Metodelogi yang digunakan adalah metode fenomenologi. Tujuannya untuk mengetahui dunia dari sudut pandang orang yang mengalaminya secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengalaman penyesuaian diri yang dilakukan wartawan terhadap penerapan kebijakan ini mulai melakukan penyesuaian diri ke dalam dunia sosio - kulturalnya yakni dunia jurnalistik di redaksi terpadu. Wartawan memaknai profesionalisme lebih terkait kepada hal-hal yang berbau teknis dibandingkan etis, hal tersebut dijadikan pijakan utama bagi wartawan dalam menjalankan kegiatan jurnalistik. Pengalaman yang dirasakan wartawan ketika sebelum dan sesudah diberlakukannya integrasi memang cukup berbeda, terdapat ploting integrasi yang terdiri atas desk-desk. Kini wartawan mengerjakan untuk empat media tetapi tetap di gaji untuk satu media.


 


This study is to determine the meaning of adjustment of journalists contributors to the policy of integrated editorial room at MNC Group. Experience of contributing journalist before and after enactment of integration policy, and to know the meaning of MNC Group reporter to journalist's professionalism after applying of integrated editorial. How did the reporter's adjustment experience after the adoption of an integrated editorial policy. How does the journalists interpret the journalistic professionalism after the adoption of an integrated editorial. How did the reporter experience when in the field in a working pattern in the integrated editorial room. This study uses a qualitative approach because it feels in line in understanding the phenomenon of what experienced subjects. The process of collecting data is done by in-depth interview, participant observation, and document analysis. The methodology used is the method of phenomenology. The goal is to know the world from the point of view of the person who experienced it directly. The results of this study indicate that the experience of adjustment made by journalists to the implementation of integrated began to make adjustments into the socio-cultural world of journalism world in the integrated editor. Journalists interpret professionalism more related to matters of technical rather than ethical, it is used as a major foothold for journalists in carrying out journalistic activities. The experience felt by journalists when before and after the enactment of integration is quite different, there is a plot of integration consisting of desks. Now journalists work on four media but remain on salary for one medium.