Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran parakonselor pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan fenomelogi. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parakonselor dalam penanganan krisis pada klien, memainkan peran (1) sebagai broker, yaitu parakonselor menjadi penghubung antara klien dengan sumber penyedia layanan yang diperlukan klien. (2) menjalankan fungsi referal, yaitu merujuk klien kepada penyedia layanan. (3) sebagai manager kasus, yaitu mengatur penyelesaian masalah dengan berbagai ketentuan yang ada. Penelitian ini diharapkan berdampak terhadap peran konselor secara ideal dalam semua unit dan tingkatan pada berbagai lembaga.


This paper aims to explain the role of counselors in the Protection Unit for Women and Children (PPA) of East Kalimantan Province. The research method uses a qualitative paradigm with a phenomelogical approach. While data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that parakonselor in handling crisis on the client, played the role (1) as a broker, ie parakonselor became the liaison between the client and the source of service providers needed by the client. (2) carrying out the referral function, i.e. referring clients to service providers. (3) as case manager, i.e. arranging problem solving with various existing provisions. This research is expected to have an impact on the ideal role of counselors in all units and levels of various institutions.