Abstract

The purpose of this study was to determine the value of da'wah in the culture of tahlilan among the Nahdliyin community, especially in the dissemination, socialization and actualization of religious values ​​in tahlilan. The method of this research uses the case study method with a naturalistic approach because the object raised is the culture of tahlilan that exists among the residents of Nahdliyin and the object which is the case in this study will be examined and detailed and comprehensive. The results of this study are tahlilan culture as one of the religious practices among the Nahdliyin community in essence is the media of preaching in an effort to disseminate the aspects of the delivery of religious messages, the addition of religious knowledge, teaching of religious knowledge and strengthening religious values. The socialization in this result shows the inculcation of religious values ​​and the cultivation of religious values. Actualization of religious values ​​in this study shows the application of religious values ​​to social and spirutal aspects. In addition, tahlil also experienced expansion of functions so that tahlil is not only synonymous with death but also in it there is a good habituation process and passed down from generation to generation.


 


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai dakwah yang ada dalam budaya tahlilan dikalangan masyarakat nahdliyin khususnya pada diseminasi, sosialisasi dan aktualisasi nilai agama dalam tahlilan. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan naturalistik karena objek yang diangkat adalah budaya tahlilan yang ada dikalangan warga nahdliyin dan objek tersebut yang menjadi kasus pada penelitian ini yang akan diteliti serta rinci dan komprehensif. Hasil dalam penelitian ini adalah budaya tahlilan sebagai salah satu praktek keagamaan di kalangan masyarakat nahdliyin pada hakikatnya adalah media dakwah dalam upaya proses diseminasi pada aspek penyampaian pesan agama, penambahan pengetahuan ilmu agama, pengajaran ilmu agama dan penguatan nilai-nilai agama. Sosialisasi dalam hasil ini menunjukkan adanya penanaman nilai agama dan pembudayaan nilai agama. Aktualisasi nilai-nilai agama dalam penelitian ini menunjukkan adanya penerapan nilai agama pada aspek sosial dan aspek spirutal. Selain itu, tahlil juga mengalami perluasan fungsi sehingga tahlil tidak hanya identik dengan kematian tapi juga di dalamnya terdapat proses pembiasaan yang baik dan diwariskan secara turun temurun.