Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the empowerment communication process in implementing the Family Hope Program (PKH) in an effort to prosper the Beneficiary Families (KPM) in Pasirmuncang Village, Caringin District, Bogor Regency and to find out the empowerment communication model used by the social companion Pasirmuncang Village in Caringin Subdistrict P2K2 implementation. The research method used in this study is phenomenology. The type of research data in this study uses qualitative, while the data sources in the study are divided into two parts, namely primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques use three techniques, namely, observation, interviews and documentation. Data analysis procedures include; data reduction, data dispay, and conclusion. The results showed that the Deliberation as a process of empowering communication in the Family Hope Program (PKH) Family Capability Improvement Meeting (P2K2), the communication model used in the Family Hope Program (PKH) Family Ability Enhancement Meeting (P2K2) is a dialogical and persuasive communication model with using a participatory approach so that there is cohesiveness and equality between social assistants and beneficiary families, namely both as subjects of empowerment. So that among those involved in communication there is no feeling of inferior and superior, and the results of their communication are considered as sharing.


 


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses komunikasi pemberdayaan dalam pelaksanaan PKH (Program Keluarga Harapan) dalam upaya mensejahterakan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Desa Pasirmuncang Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor serta untuk mengetahui model komunikasi pemberdayaan yang digunakan oleh pendamping sosial Desa Pasirmuncang Kecamatan Caringin dalam pelaksanaan  P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Jenis data penelitian dalam penelitian ini mengunakan kualitatif sedangkan sumber data pada penelitian terbagi ke dalam dua bagian yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik yakni, observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur analisis data di antaranya; reduksi data, dispay data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Musyawarah sebagai proses komunikasi pemberdayaan dalam PKH (Program Keluarga Harapan) P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga), Model komunikasi yang digunakan dalam PKH (Program Keluarga Harapan) P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga)adalah model komunikasi dialogis dan persuasif dengan menggunakan pendekatan partisipatoris sehingga adanya kekompakan dan kesetaraan antara pendamping sosial dengan keluarga penerima manfaat, yakni sama-sama sebagai subyek pemberdayaan. Sehingga diantara mereka yang terlibat komunikasi tidak ada perasaan inferior dan superior, dan hasil komunikasinya dianggap sebagai sharing.