Abstract

ABSTRAK


Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang proses manajemen krisis dalam menangani pipa gas meledak tahun 2015 yang dilakukan oleh humas PT Star Energy Gheothermal Wayang Windu Bandung. Penelitian ini menggunakan paragdima kontruktivisme, metode kualitatif dan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui proses manajemen krisis dalam menangani pipa gas meledak oleh humas PT.Star Energy Gheothermal Wayang windu Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen krisis dalam menangani pipa gas meledak tahun 2015 oleh humas PT. Star Energy Gheothermal Wayang Windu Bandung tersebut dimulai dengan tahapan koordinasi penentuan masalah, observasi lokasi, ditemukannya masalah, analisis masalah, selanjutnya melakukan perencanaan dan pemprograman dengan tahapan membuat rencana, perencanaan target, koordinasi perencanaan, konfirmasi, lalu pelaksanaan dan pengkomunikasian didalamnya ada koordinasi pelaksanaan, pelaksanaan penanggulangan krisis, laporan kepada kantor pusat perusahaan, selanjutnya tahapan evaluasi yang dilakukan secar berkala terakhir peran humas kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait krisis yang sedang terjadi.


ABSTRACT


The purpose of this study was to explain the crisis management process in handling gas pipes exploding in 2015 by PT Star Energy Gheothermal Wayang Windu Bandung PR. This study uses the paradigm of constructivism, qualitative methods and a case study approach which aims to find out the process of crisis managementThe results of the study show that crisis management in handling gas pipes exploded in 2015 by public relations company with the coordination of problem determination, location observation, problem finding, problem analysis, then planning and programming with the stages of planning, target planning, coordinating planning, confirmation, then implementing and communicating in there implementation coordination, implementation of crisis response, report to the company's head office, then the evaluation phase is carried out in the last period of the public relations role to the community to convey information related to the crisis that is currently happening.