Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Adonara Timur, mengetahui problematika atau masalah–masalah apa saja yang di hadapi, serta untuk mengetahui bagaimana pemecahan masalah yang dilakukan untuk menanggulangi problematika yang dihadapi selama melakukan kegiatan dakwah di masyarakat. Metode penelitan menggunakan metode deskriptif, yakni memaparkan peristiwa yang terjadi dan dengan tujuan menggambarkan secara logis, sistematis, serta ilmiah. Secara garis besar hasil  dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam di Kecamatan sAdonara Timur seperti pengajian umum ibu-ibu dan bapak bapak, pemberantasan buta huruf Al–Qur’an, serta kegiatan lainnya sangat membantu perkembangan dakwah di daerah tersebut. Namun, terlepas dari itu terdapat banyak masalah dakwah yang dihadapi oleh Penyuluh Agama Islam selama melaksanakan kegiatan dakwah seperti kurangnya tenaga da’i, perbedaan pola pikir, adat istiadat, serta kurangnya perhatian masyarakat terhadap ilmu keagamaan yang menjadikan banyak kegagalan dalam proses berdakwah.


The study is designed to identify the reasoning that Eastern religious scholars have made, to identify mathematical or problem, and to find out what problems have arisen in the course of mathematical solution.The administrative research methodology uses expressions that make events scientifically accessible and explain them. The fruits of this study may suggest that most of them are trying to develop Eastern Islamic law, such as those who have been around Islam, and wives' social learning. On the one hand, however, many of the capabilities in the implementation of such religious activities as lack of Islamic faith, mindset, customs, religion and so on have problems such as a lack of religious belief that can result in a setback due to religious beliefs.