Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui struktur  teks, kognisi sosial, serta konteks sosial dalam film 5 Penjuru Masjid. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, penulis menemukan tiga kesimpulan: Pertama, dalam analisis teks film ini terdapat pesan dakwah dengan topik pentingnya memakmurkan masjid, menegakan amar maruf nahi munkar, saling tolong menolong. Kedua, kognisi sosial diperkuat oleh pengalaman pribadi penulis naskah itu sendiri. Ketiga, kontek sosial dalam film 5 penjuru masjid ini disesuaikan dengan pefenomena yang ada pada masyarakat islam yang dikaji kemudian diangkat menjadi anti klimaks pada film yang diproduksi. Metode AWK juga menemukan adanya interpretasi berupa identifikasi wacana teks menjadi proses komunikasi dan adanya implikasi pada film 5 Penjuru Masjid berupa aspek-aspek kognisi yang dapat diterapkan pada kehidupan masyarakat.  


This study aims to determine the structure of the text structure, social cognition, and social context in the film 5 Penjuru Masjid. In this study, the authors used a descriptive method. Based on the data analysis carried out, the writer finds three main conclusions: First, in the analysis of the text of this film there is a message of da'wah with the topic of the importance of prospering mosques, upholding amar maruf nahi munkar, helping each other. Second, social cognition is strengthened by the screenwriter's own personal experience. Third, the social context in the film 5 Penjuru Masjid is adjusted to the problems of the Islamic community which are raised to become anti-climax in the dialogue on the produced script and film. The methode of critical discourse analysis also find that there is an interpretation in the from of teks discourse into a communication process and there are implications in the film 5 penjuru masjid in the form of cognitive aspects that can be applied by the community.